|
F-Root Server Resmi Beroperasi di Indonesia
Sumber : detik.com
Jakarta, F-root server (mirror) yang sudah dipasang sejak akhir Juli lalu secara resmi diluncurkan, Selasa (10/8/2004). Root server ini membuat internet di Indonesia makin cepat dan tahan banting.
Root server ini sudah dipasang sejak Juni lalu dan mendapatkan pengujian lewat kerjasama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dengan kalangan akademisi. Dari hasil pengujian ini diperoleh fakta setelah implementasi F-root server ini di Indonesia, respon time root server query menjadi 100 kali lebih cepat dibanding sebelum ada F-root server.
"Waktu reaksi root server query menjadi lebih cepat dari 600 ms (VSAT) dan 200 ms (Fiber Optic) dan 6 ms (Fast Ether). Selain itu jumlah rata-rata hop ke root server terdekat turun dari 11-12 hop ke 5 hop," kata Sekjen APJII, Heru Nugroho saat peluncuran di Gedung Telkom, JL. Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (10/8/2004). Arti sederhananya, akses internet dari Indonesia makin cepat dengan adanya root server ini.
Ditambahkan Ahmad Alkazimy dari APJII, root server ini membuat internet di Indonesia menjadi tahan banting. "Jika F-root di luar negeri putus redudancy menjadi lebih kuat karena di Indonesia tidak ikut putus. Ini berarti mengurangi ketergantungan dari luar negeri," kata Ahmad.
Tentang dipasangnya root server (mirror) di Indonesia ini, menurut Ahmad berawal dari pengalaman yang terjadi tahun 2001. Saat itu pernah terjadi serangan DDOS (denial of service) terhadap server ini. Akibat penyerangan ke server-server ini akses untuk resolving membuat trafik menjadi lambat.
Root server adalah salah satu server di dunia yang mengurusi resolving IP ke domain titik demikian juga sebaliknya. Root server membuat tersedianya informasi untuk menemukan server yang berwenang bagi domain level tertinggi termasuk .com, org, .se dan .id. Informasi ini digunakan oleh komputer untuk menginterpretasikan URL, alamat e-mail dan transaksi internet lainnya.
F-root server ini signifikan dalam menghemat bandwidth. Pencarian lokasi server tidak perlu ke luar negeri lebih dulu tetapi langsung ke root server di Indonesia. Sebelum implementasi root server ini, resolving trafik DNS dari Indonesia untuk top domain harus melalui luar negeri sehingga routing trafik internet banyak yang tersedot ke luar negeri.
Menurut Ahmad, F-root server di Indonesia ini adalah yang keenam dipasang tahun ini dari rencana ISC (Internet System Consortium) memasang 12 F-root nameserver baru di seluruh dunia. Pada tahun 2003, ISC menyebarkan 17 f-root server di seluruh dunia.
F-root server ini didukung oleh Cisco yang menyediakan router seri 7200 dengan status pinjaman ytanpa batas waktu. Selain itu, PT Telkom yang menyediakan co-location dan 3 buat server serta internasional transit link.
|
|